Jangan Asal Tempel, Inilah Cara Memasang Plester Luka yang Benar

0
201
cara memasang plester luka

Seperti yang Anda ketahui, fungsi utama dari plester luka adalah untuk melindungi luka dari benturan dengan objek asing dan kotoran yang bisa memperparah luka tersebut. Sayangnya, sering kali plester untuk luka tidak diaplikasikan dengan prosedur yang baik dan benar, sehingga justru fungsi plester sebagai pelindung tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Pada beberapa kasus, aplikasi plester malah menjadikan luka semakin parah. Padahal kebanyakan plester saat ini berjenis transdermal yang berarti memiliki kandungan ion yang berfungsi menyembuhkan luka secara bertahap. Lalu bagaimana cara mengaplikasikan plester yang benar?

Langkah-langkah Aplikasi Plester Luka yang Benar

luka steril plester luka

Kebanyakan orang akan langsung menutup luka dengan plester seketika setelah luka terbentuk. Langkah ini tidak dibenarkan karena luka bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroba asing yang berpotensi membuat luka semakin parah. Akhirnya, ion penyembuh yang terkandung dalam plester pun tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Berikut adalah langkah-langkah yang benar menggunakan plester luka.

  1. Mensterilkan Luka

Luka yang ada pada tubuh manusia adalah celah bagi bakteri dan mikroba asing untuk ikut masuk ke dalam aliran darah. Tidak peduli di manapun luka terbentuk dan apa penyebabnya, tubuh manusia sangat rentan jika luka sudah membuka lapisan kulit. Untuk itu, langkah pertama sebelum memasang plester ladalah dengan mensterilkan luka. Cara mensterilkan luka adalah dengan mengalirkan air bersih selama kurang lebih 5 menit. Air bersih dapat menetralkan permukaan kulit yang terluka dan membersihkannya dari debu, kotoran, dan kemungkinan bakteri lainnya. Sebisa mungkin biarkan permukaan luka terbuka terlebih dahulu agar proses sterilisasi berjalan dengan baik.

  1. Aplikasi Plester Luka

Setelah luka bersih, maka selanjutnya tinggal mengaplikasikan plester luka yang sudah disiapkan. Pastikan Anda menyiapkan plester yang tepat seperti Hansaplast. Hansaplast merupakan salah satu jenis plester transdermal yang berarti memiliki bantalan silver berisi ion-ion antiseptik untuk membantu proses penyembuhan luka. Kandungan ion antiseptik dalam Hansaplast tersebut akan bekerja untuk mencegah infeksi luka dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain yang akan tumbuh di permukaan kulit. Selain itu, bantalan silver ion antiseptik juga mampu mempercepat proses penyembuhan luka dan menghindari terbentuknya koreng saat luka mengering nanti. Maka dari itu, pastikan Anda meletakkan bantalan silver ion antiseptik tepat di atas luka yang terbuka saat memasangnya.

  1. Mencopot Plester Luka

Plester luka memang didesain agar mengikuti kontur kulit tubuh. Bahannya bersifat elastis, dan juga lengket. Plester yang sudah di pasang selama beberapa waktu memiliki kemungkinan merekat kuat pada luka di bawahnya. Kesalahan banyak orang ketika mendapati plester menempel erat pada luka adalah dengan memaksa menarik plester tersebut hingga luka di bawahnya kembali terbuka. Hal tersebut sangatlah fatal mengingat luka sudah memasuki fase penyembuhan dan berisiko terkontaminasi lagi jika terbuka. Cara mencopot plester adalah dengan menariknya secara perlahan. Jika ternyata plester masih menempel kuat pada permukaan, maka disarankan untuk merendam luka terlebih dahulu dalam air hangat selama beberapa saat. Setelah dirasa cukup, copot plester secara perlahan dan lembut dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Dengan begitu, luka tidak terbuka kembali dan proses pemulihan bisa berlanjut.

Itulah langkah-langkah aplikasi plester luka yang bisa Anda ketahui. Anda bisa menerapkan langkah-langkah di atas sebagai langkah merawat luka dengan baik. Dengan begitu, kesembuhan semoga bisa segera didapatkan. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here